Rabu, 16 September 2015

Dealer Motor Roda Tiga Yang Tahan Banting dan Penuh Mukjizat Allah

Judulnya ada unsur religius, karena tulisan berikut ini dari pengalaman pribadi Dealer Piala Mas Motor. Tahun 1999 kami memulai ikut menjual sepeda motor dari Tiongkok (RRC)yang kala itu memang importnya di subsidi pemerintahan Bapak Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ). Karena kami memang Hobby terhadap seluk beluk otomotif R2 dan R4 maka atas dasar pertimbangan bahwa diesel dari RRC merk DongFeng, electronic dari RRC merk ChangHong dimana kami memakainya sendiri dapat diandalkan qualitynya dan termasuk kategori product tahan banting alias kebo ( kuat ). Ditambah lagi history di Indonesia bahwa Sepeda jengki yang paling bagus kala itu dari RRC ( tidak popular sepeda jengki dari Jepang atau negara lainnya). History itu membuat kami mau berjualan motor-motor dari RRC. Kami menyadari bahwa kala kami sudah memasarkan product motorcycle dari RRC R2 pertama kali sebenarnya sudah kami duga ada kekurangan di dalam management kelola barang after import dari para importir motor-motor tsb. Maksud kami quality motor dan suku cadangnya belum termasuk yang diakomodasi juga oleh importir dan pemerintah. Mestinya pemerintah juga kala itu langsung membuat regulasi filtering quality dan kesiapan importir dalam mendistribusikan maupun dalam after sales nya. Kala ini hanya ada sebuah historical emosional dimana harga motor-motor "Jepang" cukup mahal dan begitu ada product yang jauh lebih murah langsung diserbu pembeli, namun sayang kala itu tidak disiapkan juga sarana dan prasarana untuk after sales yang memadai dan knowledgment yang cukup bagi para dealer. Sampai dengan tahun 2002 kami masih berjaya namun pihak ATPM from Japan juga tidak berdiam diri mereka keluarkan " Legenda", "kirana""Supra Fit", dan " Smash " yang harganya hanya terpaut 1 s/d 2 jutaan dengan motor-motor dari RRC. Dengan segala keterbatasan after sales dan kekuatan permodalan juga tentu kami sebagai pemasar motor-motor dari RRC seakan kelimpungan dan hancur pasarannya. Kami mulai melirik pasar motor R3 yang belum ada kompetitornya kala itu merk Fukuda, dalam beberapa tahun saja motor roda tiga Fukuda berhasil menyita perhatian para pengguna jasa transportasi ringan seperti toko-toko kelontong, pakan ternak bahkan sampai toko bangunan dan toko alat-lat pertanian ikut mencoba membelinya. Hal ini tentu saja di ketahui oleh beberapa ATPM dari RRC dan mulai ikut-ikutan memasarkan motor roda tiga tersebut termasuk merk Tossa yang paling awal ikut memasarkan motor roda tiga rantai 100 cc. Waktu itu terjadi saingan yang sangat kompetitif antara Fukuda dan Tossa yang mana kala itu tahun 2002 s/d 2006 rata-rata jualan masing-masing dealer di kabupaten adalah sekitar 20 an unit per bulannya, lumayan bagi kami pendatang baru di dunia otomotif R2 dan R3. Tanpa disangka-sangka Fukuda yang sangat fenomenal dan sukses di pemasaran motor roda dua maupun roda tiganya tiba-tiba apada pertengahan 2007 menyatakan discontinue dan fokus ke industri makanan, maklumlah bagi PT Siantar Top, Tbk yang sangat suksaes di industri makanan , Fukuda termasuk divisi motorcycle mereka yang kurang menguntungkan secara nasional padahal di lingkup kami di Jawa Timur sangat sukses dan mumpuni namun di beberapa daerah secara nasional sangat merugi dan kurang bagus pemasarannya. Dengan sangat berat hati kami menerima penuutupan Fukuda yang tiba-tiba tersebut. Kami sempat ingin memasarkan Tossa pada tahun 2007 namun beberapa kali surat dan email kami tidak direspon untuk itulah kami memutuskan sejak saat itu kami tidak mau terikat dengan salah satu ATPM saja dan terbukti kami berhasil untuk memasarkan beberapa merk sekaligus dalam satu outlet yang mana kami akan lihat merk apa yang bisa bertahan dan supportnya bagus untuk kedepan maka merk itulah yang kami pertahankan. Kami trauma karena kalau 1 merk atau 1 ATPM saja kalau tiba-tiba berhenti kami akan kelimpungan lagi. Kami tidak mau terjadi lagi. Sekarang kami benar-benar dapat tenang karena memamng dari beberapa merk yang berhasil kmai pasarkan memamng ada beberapa merk yang kembang kempis dan tidak eksis atau tidak bisa diandalkan untuk ada unitnya atau stock setiap saat dimana ada sebuah ATPM yang kalau kita pasarkan kita harus memesannya terlebih dahulu baru oleh ATPM tersbut akan dirakitkan di pabrik mereka jadinya sangat aneh dan lucu dimana sebuah ATPM hanya terima order kalau kita sudah benar-benar membawa uang DP dari order-order tersebut dimana unit motornya akan siap selama kurun waktu 2 minggu s/d 1 bulan kemudian setelah kita bayar DP nya. Jadi istilah orang dagang tidak mau stock dulu kalau belum ada yang beli. Ha..ha..ada ada saja, karena dalam cerita ATPM dimana2 selalu berani memproduksi terlebih dahulu sebagai aat promosi sekaligus sebagai alat dimana kalau client mau mencoba atau melihat fisik unit barangnya sudah ada bukannya harus indent tanpa melihat barang dulu pihak konsumen akan takut dan merasa kog beli barang tidak ada wujud barangnya? Tentu saja kami menacari ATPM yang ready stock dan berani menggung resiko tidak laku sekalipun bila kami tidak memesannya, itulah yang kami harapkan demikian pula bila kami melakukan penawaran-penawaran ke instansi ataupun perusahaan-perusahaan swasta sekalipun kami membutuhkan kejelasan apakah untit unit motor roda tiga yang kami tawarkan tsb itu ada barangnya ataukah tidak karena bila kami sudah menawarkan maka kami harus menyertakan warna, kapan tersdianya unit motor dan juga bagaimana tata cara serah terima unit motor tersebut setelah pembayaran DP misalnya, apabila tidak ada unit motornya maka kami akan kesulitan melakukan penawaran secara lengkap dan menyakinkan. Jadfi kami pikir adalah sangat mutlak bila sebuah ATPM SELALUN STAND BY DENGAN STOCK-STOCK UNIT MOTOR YANG TELAH DICANANGKAN VARIAN-VARIAN APA SDSAAJA YANG AKAN DIJUAL

Tidak ada komentar: